bandoro's home

to infinity and beyond

Bolang

with 2 comments


Beberapa hari ini melihat-lihat mekanisme pemberian dana BOS di kabupaten xxx. Hehe. Belum baca juknis mengenai mahkluk apakah Bos ini. Sekilas melihat-lihat, namanya BOS kan bantuan operasional sekolah. Ya untuk operasional disekolahan, misal pembelian perlengkapan sekolah, perlengkapan praktek, honorarium pengajar ekstrakulikuler, rehab gedung sekolah, dll. Intinya segala sesuatu yg berkaitan dengan operasional sekolah bisa pakai dana itu. Melihat realisasi yg dipakai dibeberapa sekolah, rata-rata penggunaan bantuan tersebut digunakan utk memberi honorarium ke guru2. Yyaya.. Pemberian bantuan tersebut berdasarkan jumlah siswa yg ada di sekolah tsb. Semakin banyak siswa disekolah, semakin banyak pula sekolah mendapat dana tersebut. Semakin sedikit siswa, semakin dikit pula dapet bantuannya. Ahaha. Pencairan dana bantuan tersebut di kantor pos/bank. Ya, baru tau, ternyata dikantorpos juga memberikan fasilitas itu.ahaha. Kalau transfernya ke bank, biasanya bank tersebut mrpkn bank yg udah ditunjuk sebagai penyalur dana BOS.
Salah satu sekolah yg saya kunjungi butuh waktu 3jam.an. Sepanjang jalan seperti biasa, hutan gambut, sawit, jalanan sudah aspal, jarang nemuin rumah, langsung terbayang kalau ditengah hutan malam2, naik motor, kehabisan bensin/bocor..wkwk. Lumayan. Ahaha. Sesekali nyebrang pakai kapal penyebrangan, belum ada jalan penghubung/jembatan. Kapal penyebrangan milik warga..

image

Sangat membantu sekali, tapi kalau pemprov bangun jembatan, terus mereka ngapain? Kata orang2, bisnis penyebrangan itu sangat menjanjikan, omset bisa jutaan setiap hari. Wow. AMAJING… wkwk.
Hmm, kembali ke BOS tadi, oke, mengunjugi sekolah yg dipelosok td, siswanya cuma bberapa siswa saja, dikali Rp.710.000 per siswa kalau g salah. Pencairan dilakukan setiap triwulan, dan harus ke kota dulu biar bisa cair tu duit, mungkin duitnya cuma habis dijalan. Wkwk. Denger2 juuga ada sekolah yg letaknya harus perjalnan darat, sungai sekitar 3 hari. Wahaha. Sekolah yg tertinggal semakin tertinggal. Tatanyain kenapa harus kekota pencairannya, ternyata udah MOU dengan bank,dll. Makanya nyairin duitnya hrus disitu. Sbenernya bank2 yg “down to earth” u know lah,ahaha,ada didaerah tsb. Knapa g dtransfer ksitu aja biar enak. Bersambung…..

Posted from WordPress for Android

Written by bandoro

7 March 2014 at 1:22 am

Posted in Uncategorized

2 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. sepertinya, untuk pendidikan saja harus melalui perjuangan keras ya Bandoro. tp salut deh buat mereka2 yg semangat untuk tetap sekolah meskipun harus menempuh perjalanan yg puanjaaaanngg. ngomong2 ini di daerah mana tho? Kalimantan bukan ya?

    Ferrial Pondrafi

    17 March 2014 at 8:29 am

    • Iya pond..ini daerah kalteng.. 1 jam dari kalteng klo g salah. Pendidikan masih minim pond walaupun pemerintah udah kluar banyak buat pendidikan tp tetep aja minim..

      bandoro

      17 May 2014 at 9:14 am


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: