bandoro's home

to infinity and beyond

OBTAINING EVIDENCE IN PERFORMANCE AUDITING

leave a comment »


Fakta dan informasi tentang bukti audit

Didalam chapter 2, bukti adalah fakta dan informasi yang digunakan untuk mendatangkan kesimpulan didalam sebuah tujuan audit, dn semuanya itu harus direncanakan, dipahami dan dianalisis sebelum kesimpulan itu ditentukan.

Beberapa macam Evidence/Bukti

1. Analytical evidence

    Bukti harus sesuai dengan kenyataan. Apapun yang digunakan sebagai dasar pengambilan kesimpulan harus nyata. Tipe bukti ini, yang biasa disebut analitikal adalah sangat biasa ketika bukti menjadi bagian dari tujuan untuk menetapkan kesimpulan dimana auditor menggunakan bukti ini sebagai bukti primer/utama

    2. Direct evidence

      Untuk menetapkan kesimpulan didalam sebuah tujuan audit, dapat diketahui melalui cara pemerolehan bukti. Apabila tujuan auditor adalah membedakan kepemilikan sebuah gedung, dan dibuktikan dengan kepemilikan sebuah akta, akta inilah yang dinamakan direct evidence. Jadi seorang auditor diperbolehkan untuk menarik kesimpulan tanpa evidence yang lain, hanya berdasar direct evidence.

      3. Circumstantial or indirect evidence

        Terdapat beberapa kemungkinan untuk menarik kesimpulan tanpa melihat secara fisik/menarik kesimpulan secara tidak langsung. Jarang sekali direct evidence mempengaruhi opini. Inilah yang dinamakan indirecct evidence.

        4. Best and secondary evidence

          walaupun konsep direct dan indirect evidence sangat penting untuk auditor, pemahaman “best and secondary evidence” juga tidak kalah penting bagi seorang auditor. Contohnya, bukti yang terbaik dalam perjanjian kontrak adalah kontrak itu sendiri. Bukti terbaik (best evidence) dalam bank confirmation adalah surat konfirmasi bank itu sendiri. Sangat mudah untuk membedakan antara best, the original contract, dan bukti sekunder( salinan dari contract).

           

          Quality and reliability evidence

          Secara konseptual, seorang auditor harus mempertimbangkan matang-matang mengenai

          1. Relevancy

            Relevancy berarti bahwa informasi yang digunakan sebagai bukti harus  memiliki hubungan yang logis sesuai dengan kriteria tujuan audit

            2. Materiality

              Materiality/materialitas menyinggung seberapa besar bobot dari bukti audit mempengaruhi seorang auditor didalam menentukan sebuah kesimpulan dalam tujuan audit.

              3. Competency of evidence

                Selama relevansi dan materialitas berfokus pada kualitas dari sebuah bukti yang mendukung kesimpulan dalam tujuan audit, kompetensi menyinggun masalah sumber dari sebuah bukti audit yang turut mendukung bukti audit. Berikut adalah petunjuk untuk menentukan kompetensi bukti:

                • Bukti diperoleh dari sumber yang independen, yang menyediakan kepastian reliabilitas daripada dari sebuah organisasi yang sudah diaudit.
                • Bukti dikembangkan melalui sistem yang baik, dan memiliki pengendalian internal yang baik pula lebih disukai darpada pengendalian internalnya lemah dan tidak memuaskan
                • Bukti diperoleh melalui auditor yang siap untuk melakukan pemeriksaan observasi, komputasi, dan inspeksi lebih reliabel daripada perolehan tidak langsung

                 

                Sumber Dari Bukti Audit

                Kompetensi dari sebuah bukti audit berhubungan dengan sumbernya. Beberapa konsep mengklasifikasikan bukti audit kedalam beberapa unsur:

                1. Memiliki hubungan untuk persepsi
                2. Memiliki hubungan dengan kenyataan

                 

                Bukti arsip

                Sesuai dengan pernyataan, satu-satunya sumber yang sangat penting dari sebuah fakta dan informasi bahwa auditor menggunakan bukti sebagai arsip. Arsip meliputi segala informasi yang dituliskan, yaitu: arsip akuntansi, kontrak, surat, dll.

                 

                Testimonial evidence

                Keterangan/pendapat sering dikonotasikan hanya informasi lisan yang diperoleh dari pendapat yang lain. Definisi mengenai testimony evidence bagaimanapun juga akan terdapat beberapa informasi yang diterima dari pihak lain, atau kita sendiri, atau orang yang ahli dibidangnya. Kita bisa mengklasifikasikan testimonial evidence, yaitu:

                1. Personal interview evidence
                2. Letter and confirmation evidence
                3. Observations evidence

                 

                Further considerations on evidence

                Terdapat 5 tindak lanjut bukti yang harus dipertimbangkan oleh seorang auditor

                1. Evidence diperlukan di dalam pertahanan dan penuntut
                2. Tidak ada kepastian yang absolut/mutlak untuk menyimpulkan tujuan audt
                3. Judicial notice
                4. Pengarispan dan pengevaluasian bukti
                5. Mempresentasikan bukti dalam sebuah laporan

                 

                 

                 

                Leave a Reply

                Fill in your details below or click an icon to log in:

                WordPress.com Logo

                You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

                Twitter picture

                You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

                Facebook photo

                You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

                Google+ photo

                You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

                Connecting to %s

                %d bloggers like this: