bandoro's home

to infinity and beyond

Cost allocation

leave a comment »


A. Tujuan alokasi biaya
1. Memotivasi manajer untuk berprestasi pada suatu tingkat usaha yang tinggi untuk mencapai tujuan-tujuan manajemen puncak
2. Memberikan insentif yang benar bagi para manajer-manajer untuk membuat keputusan-keputusan yang konsisten dengan tujuan-tujuan manajemen puncak
3. Secara adil menentukan reward yang diperoleh oleh manajer-manajer atas usaha dan keterampilan mereka dan untuk keefektifan pembuatan keputusan mereka
B. Peran-peran stratejik dan etis dari alokasi biaya
Sejumlah isu-isu stratejik dan etis penting dalam alokasi biaya:
1. Isu etis muncul pada saat biaya dialokasikan untuk produk atau jasa yang dihasilkan untuk suatu pasar kompetitif maupun suatu agen umum atau departemen pemerintah. Metode pengalokasian biaya dengan mengubah biaya-biaya manufaktur dari produ-produk yang kompetitif kepada produk-produk cost-plus
2. Isu kedua dan berhubungan dalam menerapkan metode-metode alokasi biaya adalah keadilan atau isu yang muncul pada saat pemerintah memberikan penggantian biaya-biaya suatu lembaga swasta atau pada saat pemerintah menyediakan suatu jasa untuk suatu ongkos kepada umum
C. Alokasi biaya departemen jasa dan produksi
1. Tahap pertama: Alokasi Awal pada departemen-departemen
Tahap pertama dalam alokasi biaya departemental memiliki dua bagian:
a. Untuk melacak biaya-biaya manufaktur langsung dalam pabrik pada masing-masing departemen jasa dan produksi yang menggunakannya
b. Untuk mengidentifikasi biaya-biaya manufaktur tidak langsung dalam pabrik dan mengalokasikannya pada masing-masing departemen jasa dan produksi.
2. Tahap kedua: Alokasi Biaya-biaya departemen jasa pada departemen produksi
Terdapat tiga metode untuk mengalokasikan biaya-biaya departemen jasa.
a. Metode langsung
Metode ini mengabaikan aliran-aliran resiprok. Alokasi biaya dilakukan hanya dengan menggunakan aliran-aliran jasa pada departemen-departemen produksi dan menentukan bagian dari setiap jasa yang digunakan departemen produksi.
b. Metode bertahap (the step method)
Metode ini menggunakan suatu urutan langkah (the step method) dalam alokasi biaya-biaya departemen jasa pada departemen-departemen produksi.
• Langkah pertama: Salah satu dari departemen jasa dipilih untuk dialokasikan sepenuhnya, artinya, departemen-departemen jasa lain sebagaimana juga pada masing-masing departemen-departemen produksi.
• Langkah kedua: Departemen jasa duadialkoasikan pada kedua departemen produksi dengan menggunakan metode langsung.
• Langkah ketiga
c. Metode timbal balik
Metode ini memperhitungkan semua reciprocal flow antara departemen-departemen jasa. Ini didukung dengan menggunakan persamaan-persamaan simultan: aliran-aliran resiprok secara bersama-sama ditentukan dalam suatu sistem persamaan
3. Tahap ketiga : Alokasi pada produk-produk
Untuk taha ketiga, mengalokasikan biaya-biaya departemen produksi pada produk-produk
4. Isu-isu implementasi
Keempat isu yang harus dipertimbangkan pada saat menggunakan metode-metode alokasi biaya departemen adalah:
• Kesulitan dalam menentukan suatu dasar alokasi yang sesuai
• Memisahkan biaya-biaya variabel dan tetap (disebut sebagai deal allocation)
• Menggunakan jumlah-jumlah yang dianggarkan daripada senyatanya
• Kasus-kasus pada saat biaya-biaya yang dialokasikan melebihi harga pembelian luar

D. Penentuan biaya produk bersama
1. Produk bersama adalah produk-produk dari proses produksi yang sama yang memiliki nilai-nilai penjualan yang relatif besar.
2. Produk sampingan adalah produk-produk yang nilai penjualan totalnya kecil jika dibandingkan dengan nilai penjualan produk bersama diklasifikasikan
3. The split off point adalah titik dalam proses produksi mana prduk bersama individual dapat diidentifikasikan untuk pertama kalinya
4. Additional Procesing costs atau separable cost adalah biaya-biaya tambahan yang muncul setelah titik split off dapat diidentifikasikan secara langusng dengan produk-produk individual
Metode yang paling sering digunakan untuk mengalokasikan joint costs pada produk bersama adalah:
1. Physical measures
Menggunakan suatu ukuran fisik seperti poin, galon, yard, atau unit-unit atau volume yang dihasilkan pada titik split off untuk mengalokasikan joint costs pada produk bersama.
Keunggulan:
• Mudah untuk digunakan
• Kriteria untuk alokasi joint costnya bersifat obyektif
Keterbatasan
• Mengabaikan kemampuan menghasilkan penerimaan dari produk-produk individual yang dapat sangat bervariasi diantara produk bersama
• Keunikan dari masing-masing produk
2. Sales value
Metode ini mengalokasikan biaya bersama ke produk bersama berdasarkan nilai jual relatif pada saat terpisah
Keunggulan
• Mudah untuk diperhitungkan
• Dialokasikan menurut penerimaan produk individual
Keterbatasan
• Dalam beberapa industri harga-harga pasanya terus menerus berubah
• Harga penjualan pada slit off mungkin tidak tersedia karena pemrosesan tambahan diperlukan sebelum produk tersebut dapat dijual
3. Net realizable values
Nilai penjualan produk yang diperkirakan pada titik split offf, dibuat dgb mengurangkan biaya-biaya pemrosesab dan penjualan tambahan diatas titik slit off dari nilai penjualan mutlak produk.
Keunggulan:
• Metode ini menghasilkan alokasi profitabilitas yang dapat diperkirakan dan dapat diperbandingkan
Keterbatasan
• Metode ini kurang objektif karena nilai penjualan menggunakan suatu harga pasar yang obyektif pada split off

Written by bandoro

6 December 2010 at 11:43 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: