bandoro's home

to infinity and beyond

Pelaporan audit kinerja

leave a comment »


Berikut adalah contoh Laporan keuangan audit kinerja. bisa dodownload nps140

UNDERSTANDING THE PRINCIPLES OF REPORTING

Standards of Reporting
Secara umum, perbedaan antara laporan dari pemeriksaan laporan keuangan dan laporan dari audit kinerja dapat dinyatakan sebagai berikut :
1. Pembuat laporan audit kinerja cenderung menekankan pada kesesuaian dengan standar yang digunakan. Laporan audit kinerja tidak menyatakan hasil kerjanya seperti yang dinyatakan dalam laporan audit laporan keuangan yang mementingkan pernyataan akuntansi.
2. Setiap laporan audit kinerja berbeda dan terpisah satu sama lain. Oleh karena itu, tidak akan ditemukan keseragaman pernyataan.
3. Para pembaca laporan, dalam kebanyakan keadaan, tidak memiliki pemahaman atas aktivitas atau program manajemen yang terdapat dalam laporan auditor. Oleh karena itu, auditor harus mendeskripsikan dan menjelaskan secara terperinci atas aktivitas atau program yang telah diujinya dalam audit kinerja selanjutnya ia dapat melanjutkan pada pengujian laporan keuangan.

Beberapa persamaan antara pelaporan audit kinerja dan pelaporan audit laporan keuangan, seperti yang diuraikan berikut :
1. Kedua jenis audit menerapkan logika pendekatan dalam menulis laporan. Laporan secara spesifik berdasar pada logika pendekatan dalam pengujian.
2. Kedua jenis laporan mengikuti logika organisasi dalam laporan itu sendiri.
3. Ada kemiripan antara pemberian opini dalam audit laporan keuangan dan kesimpulan dari audit kinerja, audit kinerja juga memberikan usulan.
Dengan memahami beberapa kesamaan dan perbedaan antara M-audit, P-audit dan pemeriksaan laporan keuangan, akan membantu auditor dalam memahami prinsip pelaporan. Apa yang telah diketahui auditor dari pengalamannya dalam audit keuangan dapat dimanfaatkannya untuk membuat laporan audit kinerjanya.

Dua Pola Dalam Pengorganisasian Laporan
Dua pola pengorganisasian dasar yang dikembangkan oleh auditor untuk laporan yang logis sebagai hasil dari audit kinerja, yaitu:
1. Mengikuti aliran informasi yang ada pada laporan yang memiliki banyak kesamaan dengan yang ada pada audit.
2. Mengikuti aliran informasi yang ada pada laporan berdasar urutan kebutuhan pengguna laporan.

Pattern 1: The Flow Of Information Into The Report As Developed in The Audit
Dalam kegiatan audit, auditor mengikuti langkah langkah sebagai brikut:
1. Mengumpulkan latar belakang informasi dan pengujian SPI.
2. Menetapkan tujuan audit.
3. Mengumpulkan bukti yang berhubungan dengan tujuan audit.
4. Membuat kesimpulan atas tujuan audit.
Pertama-tama biasanya auditor mengumpulkan latar belakang dengan memperhatikan aktifitas atau program yang akan di periksa, dan dari latar belakang informasi ini auditor memperoleh tujuan audit.
Bermula dari tujuan audit yang bersifat sementara, auditor kemudian harus mengumpulkan beberapa bukti dari SPI untuk memperoleh tujuan audit yang bersifat tetap. Tiga elemen yang harus ada dalam bukti audit yaitu kriteria, penyebab, dan akibat. Kemudian auditor harus mengumpulkan bukti yang cukup, relevan, material, dan kompeten dalam tiga elemen bukti audit dengan maksud untuk menghasilkan kesimpulan pada tujuan audit tersebut.
Dua langkah tambahan yang dibutuhkan untuk melengkapi (logical organizatioan) dalam pola I, yaitu
 Membuat rekomendasi, dan
 Menetapkan lingkup audit.

Pattern 2: The Flow Of Information Into The Report In Order Of Significance To The Reader
Dalam metode ini, auditor menggunakan langkah-langkah sebagai berikut:
1. Membuat latar belakang informasi.
2. Memberikan kesimpulan berdasar bukti yang cukup untuk mendukung kesimpulan tujuan audit.
3. Membuat rekomendasi, dan
4. Menetapkan lingkup pengujian.
Untuk pelaporan kepada pihak ke tiga, kebanyakan auditor harus mendapatkan pihak ke tiga yang tertarik dalam hasil audit dari pada yang tertarik dalam bagaimana hasil audit diperoleh. Mereka ingin mengetahui hasil audit secepatnya sehingga auditor lebih memilih untuk menulis laoran dimana audit mengambil tempat, langsung memberikan hasil audit, berdasarkan tujuan, dan kemudian mencukupi bukti audit untuk mendukung hasil audit tersebut.

Tahapan Pengujian Tahapan Pelaporan
1. Latar belakang informasi dan pengujian SPI untuk tujuan pengujian yang lebih detail.
2. Pemeriksaan rinci tujuan audit.
3. Bukti. Bukti yang cukup, relevan, material, dan kompeten.
4. Kesimpulan. Kesimpulan hasil dari tujuan pengujian.
5. Lingkup audit dapat ditetapkan setelah proses audit selesai. Pola I
1. Latar belakang informasi.
2. Tujuan audit.
3. Bukti audit.
4. Kesimpulan.
5. Rekomendasi.
6. Lingkup pengujian.
Pola II
1. Latar belakang informasi.
2. Kesimpulan.
3. Bukti yang mendukung tujuan audit
4. Rekomendasi.
5. Lingkup pengujian.

Latar Belakang Informasi
Latar belakang informasi ini bertujuan untuk memperkenalkan kepada pembaca sebagai usaha auditor untuk berkomunikasi, dalam hubungannya dengan hasil audit atau kesimpulan yang diperoleh, sepanjang mengikuti bukti yang cukup untuk mendukung kesimpulan.
Auditor menyediakan jawaban-jawaban dari pertanyaan yang mungkin dilontarkan oleh pembaca laporan audit. Dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, pembaca telah memiliki latar belakang informasi yang cukup sebagai dasar auditor melaporkan kesimpulan untuk tujuan auditnya.

Laporan Hasil Audit
Logika yang terkait dalam laporan hasil audit lebih banyak memiliki kesamaan dengan penggunaan auditor pada pengembangan audit itu sendiri. Untuk memulai audit, auditor memerlukan tujuan audit, yang dapat diperoleh dalam tiga elemen audit. Auditor memperoleh bukti dari tiap-tiap elemen tersebut dengan tujuan untuk menghasilkan kesimpulan.
Seluruh hasil laporan kemudian akan dibandingkan dengan hasil audit, dan akan ditetapkan berdasar kriteria, sebab, dan akibat. Kemudian auditor akan menetapkan kriteria yang berkaitan dengan standar aktifitas atau program, penyebab yang berkaitan dengan keterjadian pada saat audit dilaksanakan, dan pengaruh dari laporan tidak berkaitan dengan standar audit.

Recomendations
Rekomendasi biasanya merupakan usulan laporan singkat oleh auditor sebagai apa yang sudah dikerjakan untuk mengembangkan entitas yang diaudit tentang perbaikan/kemajuan kinerja. Pihak manajemen dari sebuah organisasi mempunyai tanggungjawab untuk menerapkan setiap rekomendasi yang diberikan, auditor guna untuk saran perbaikan kinerjanya.

Scope Of The Audit
Paragraf pertama dari standard short-form report untuk pemeriksaan pelaporan keuangan adalah paragraf area audit. Dalam audit kinerja, paragraf pertama lebih singkat, mengarah pada area audit yang dibuat di bagian informasi latar belakang.

Peer Reviewing And Referencing
Sebelum penerbitan laporan audit, laporan audit harus direview tentang keakuratan dan ketepatan. Biasanya, drafts report direview dan dieferensikan oleh rekan dilokasi dimana laporan itu disiapkan sebelum diadakan review oleh supervisor. Selama proses referensi, beberapa pernyataan, nama, lokasi, atau perhitungan sebaiknya mengarah kembali ke kertas kerja asli untuk meyakinkan bahwa tidak ada eror yang terjadi, baik eror yang tidak disengaja atau disengaja.

Relationship Between Work Done And The Report
Pembaca akan memperhatikan hubungan yang sangat dekat antar informasi yang terdapat di ringkasan kertas kerja-yaitu ringkasan pekerjaan yang dilakukan dalam preliminary phases dan detailed examination-dan laporan. Jika pekerjaan dilakukan dengan tepat, maka auditor dapat mengembangkan laporan tanpa kesulitan yang berarti. Auditor, tentu saja harus mengasah penyajian tata bahasa, dan untuk memperluas keyakinan, yang berasal dari praktik.
Sebelum auditor menghasilkan laporan akhir yang diasah dengan baik, auditor biasanya mempersiapkan draf laporan yang dikumpulkan oleh auditor ke organisasi atau organisasi audit, untuk mendapat komentar guna menyakinkan laporan tersebut jujur, lengkap, dan sesuai tujuan.

The Report Summary or Digest
Sering, auditor mengembangkan dan menyajikan ringakasan atau inti laporan dengan tujuan untuk mempermudah pembaca untuk memahami keseluruhan laporan, terlebih lagi jika laporannya panjang. Oleh karena itu, pembaca laporan audit kinerja adalah orang yang sibuk, sehingga mereka membutuhkan intisari untuk membantu mereka menentukan apakah mereka ingin membaca keseluruhan laporan untuk mendapatkan informasi yang mereka butuhkan.

Chapters
Laporan panjang sebaiknya dipecah per bab. Laporan panjang meliputi:
1. Informasi latar belakang (pendahuluan)
2. Kesimpulan, dengan bukti atas tujuan untuk mendukung kesimpulan
3. Rekomendasi
4. Jangkauan/bidang review

Written by bandoro

7 June 2010 at 12:57 pm

Posted in Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: