bandoro's home

to infinity and beyond

Regulasi, siklus, anggaran dan teknik akuntansi sektor Publik

with 3 comments


Hari ini belajar tentang
a. regulasi keuangan pemda
b. Siklus akuntansi
c. Macam2 anggaran
d. Teknik akuntansi sektor publik

Mari kita menjelaskan satu demi satu. Hehe. Mulai dari regulasi keuangan pemda yah.
Regulasi keuangan pemda
Saya Cuma memahami regulasi dalam pemda tentang undang-undang yang dipakai ketika menjalankan roda pemerintahannya. Pemerintah mengeluarkan berbagai macam UU, PP, Permendagri, Keppres, uakeh pokoke, guna mengatur setiap pengelolaan pemda. Kalau pak Halim bilang, minimal ada 5 regulasi pemerintah beserta penjelasan tentang regulasi tersebut.
○ UU no 17 tahun 2003 tentang keuangan negara. Betul g? he4, dua kali mengikuti kuis, saya menganggap UU ini sebagai dasar dari Otonomi daerah, ternyata tentang keuangan negara
○ UU nomor 32 tahun 2004
○ Permendagri no 13 tahun 2006 tentang pengelolaan keuangan daerah. Kalau ini saya sangat hafal dan katam mengenai Permendagri yang satu ini, Cz selama lebih dari 1 bulan, diCekoi pembimbing TA.ku tentang Permendagri. Selain Permendagri lebih katam Keppres 80 tahun 2003 tentang pengadaan barang dan jasa. Itu keppresnya Bu Mega, sampai saat ini kelihatannya belum ada pembaharuan
○ Permendagri 57 tahun 2007(ketoke) tentang pengelolaan keuangan daerah, pembaharuan dari Permendagri 13
○ UU nomor 24 tahun 2005 tentang sistem keuangan daerah
○ UU nomor 1 tentang perbendaharaan negara
Pada saat menulis ini, penulis tidak melihat buku loooh. Wkwk. Regulasi pada prinsipnua g begitu mudheng tentang definisi regulasi sendiri. Tapi kelihatannya tentang pembaharuan dibidang peraturan gitu mungkin. Hehe

Siklus akuntansi
Pada dasarnya siklus akuntansi yang dialami oleh pemda kurang lebih sama dengan sektor swasta didalam menjalankan siklus akuntansinya. Biasa, jurnal, buku besar, neraca, penyesuaian, dll. Kalau melihat buku pak Dedi Nordiawan, beliau membahas masalah penjurnalan. Pembandingan antara cash bassis, accrual bassis, cash modified basis. Kalau cash dan accrual sudah biasa digunakan sektor swasta. Tapi kalau cash modified itu semacam campuran. Jadi mungkin pengakuan-pengakuan aktivanyah dilakukan secara accrual, kemudian untuk pendapatan dan belanja menggunakan cash. Mungkin g yo???? Wah nggak terlalu mudheng nek itu, mungkin pembaca tau?halah

Macam-Macam Anggaran
Fungsi dari anggaran dulu lah, lumayan penting, cz sudah dua kali masuk dalam Quiz. Hehe
a. Angggaran sebagai pengukuran kinerja
b. Anggaran sebagai alat motivasi
c. Anggaran sebagai alat pengendalian
d. Anggaran sebagai alat perencanaan.
Asline masih banyak, tapi seingatku Cuma ini, yaagh, paling g udah patut kalau menjawab dalam kuis. He5.
Anggaran tidak terlepas dari pendekatan penyusunan anggaran itu sendiri. Beberapa pendekatan yang terkumpul di fikiran saya
a. Pendekatan tradisional
Pendekatan ini kalau menurut bahasaku pendekatan OKOL.. Karena apa???pendekatan ini mementingkan pos-pos pengeluarannya, jadi yang maju OKOL:nya. Halah. Hehe. Pendekatan ini lebih menekankan pengeluaran sebagai pos yang penting. Pendekatan ini bisa disebut dengan pendekatan jangka pendek, karena pengeluaran-pengeluarannya sangat diperhitungkan dalam pendekatan ini. Pendekatan yang menekankan pada pengendalian, bukan perencanaan, kinerja, etc.
b. Pendekatan kinerja
Pendekatan kinerja ini pada dasanya masih menggunakan pendekatan tradisional sebagai kiblat dalam pelaksanaannya. Cuma, pendekatan ini selangkah lebih maju. Kalau pendekatan ini menekankan aktivitas dari entitas itu sendiri. Pengukuran kinerja setiap tahun menjadikan pendekatan ini lebih unggul dibandingkan dengan pendekatan tradisional.
c. Pendekatan PPBS
Program, planning budgeting system, benar begitu??kalau benar kita bisa mengartikan pendekatan ini lebih ke perencanaan yang matang, tidak grusa-grusu. Penekanan pemrograman dalam sebuah aktivitas, perencanaan, visi yang dibangun oleh pemda itu sendiri. Kelemahan tetap sama, masalah sumber daya dan sumber data yang sulit
d. Pendekatan ZBB
Angggara iki pokoke seko NOL. Hehe. Begini, anggaran tahun ini tidak mesti menjadi patokan untuk tahun depan, tergantung evektifitas dan pencapaian kinerja yang baik selama 1 periode.
Koyone anggaran Cuma sekilas seperti itu d
Walah, tiba-tiba ngantuk. Huft. Yawes, bobok c aaah

Written by bandoro

20 January 2010 at 8:16 am

3 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. bond

    adi

    24 January 2010 at 5:43 am

  2. wah, sama sama anak akun nih. saya juga jurusan akuntansi pemerintahan
    mo tanya, dana dari LPS itu sebenarnya termasuk apa?termasuk investasi pemerintah atau apa gt?
    dan audit yg dilaksanakan BPKP nanti akan dipertanggungjawabkan kepada siapa? dan siapakah yg akan mengaudit BPK di Indonesia?

    regards🙂

    drummerfan

    19 February 2010 at 4:11 am

    • maap lagi bales ni, kuliah tugas bejibun+proyek dosen yg menambah mumet. hehe. wah pertanyaan seputar Century ni ya pak???hehe. masih simpang siur ni keberadaan dana lps sbagai opo.hehe.kalo menurut BPK ya uang negara pak.tapi sebagian org juga menyatakan nek tu bukan uang negara,. mslhnya UU yg mengatur juga masih rancu tu ketoke. masih banyak penafsiran masalahya. klo BPKP y jelas bertanggung jwb pd pemerintah ketoke pak. hehe.g pnah dpt kul mslh ni juga. tapi dulu pnah belajar tntang BPK, BPKP, bawasda, dll. dan sepertinya BPKP bertanggung jwb pd pemerintah

      bandoro

      9 March 2010 at 10:29 am


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: