bandoro's home

to infinity and beyond

LAPORAN AUDIT

leave a comment »


Laporan Audit Standar Tanpa Pengecualian
Laporan audit adalah tahap akhir dari keseluruhan proses audit. Laporan audit standar tanpa pengecualian berisi tujuh bagian yang berbeda:
1. Judul laporan
2. Alamat laporan audit
3. Paragraph pendahuluan
Menunjukkan tiga hal:
• Laporan itu membuat suatu pernyataan yang sederhana bahwa kantor akuntan public bersangkutan telah melaksanakan audit
• Menyatakan laporan keuangan yang telah diaudit, termasuk tanggal neraca serta periode akuntansi untuk laporan rugi laba dan laporan arus kas
• Paragraph pendahuluan menyatakan bahwa laporan keuangan merupakan tanggung jawab manajemen dan bahwa tanggung jawab auditor adalah menyatakan pendapat atas laporan keuangan berdasarkan audit
4. Paragraph ruang lingkup
Paragraph ruang lingkup menyatakan merupakan peryataan factual tentang apa yang dilakukan oleh auditor dalam proses audit
5. Paragraph pendapat
Dinyatakan sebagai suatu pendapat saja bukan sebagai pernyataan yang mutlak atau sebagai jaminan. Maksudnya adalah untuk menunjukkan bahwa kesimpulan tersebut dibuat berdasarkan pertimabangan professional.
Laporan audit standar tanpa pengecualian diterbitkan bila kondisi berikut terpenuhi:
1. Semua laporan-neraca, laba rugi, laporan laba ditahan dan laporan arus kas sudah termasuk dalam laporan keuangan
2. Ketiga standar umum telah terpenuhi dalam semua hal yang berkaitan dengan penugasan
3. Bukti audit yang cukup memadai telah terkumpul dan auditor telah melaksanakan penugasan audit ini dengan cara yang memungkinkannya untuk menyimpulkan bahwa ketiga standar pekerjaan lapangan telah dipenuhi
4. Laporan keuangan telah disajikan sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum
5. Tidak terdapat situasi yang membuat auditor merasa perlu untuk menambahkan sebuah paragraph penjelasan atau modifikasi kata-kata dalam laporan audit

Laporan Audit Wajar Tanpa Pengecualian Dengan Paragraph Penjelasan Atau Modifikasi Kata-Kata
Berikut ini adalah penyebab paling penting dari penambahan penjelasan atau modifikasi kata-kata pada laporan wajar tanpa pengecualian
• Tidak adanya aplikasi yang konsisten dari prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum
• Keraguan yang substansial mengenai going concern
• Auditor setuju dengan penyimpangan dari prinsip akuntansi yang dirumuskan
• Peneknan oada suatu hal atua masalah
• Laporan yang melibatkan auditor lain
Konsistensi Vs Komparabilitas
Auditor harus mampu membedakan antara perubahan yang mempengaruhi konsistensi pelaporan dengan perubahan yang dapat mempengaruhi komparabilitas tetapi tidak mempengaruhi konsistensi. Contohnya yaitu perubahan prinsip akuntansi dari FIFO ke LIFO, perubahan entitas pelaporan seperti penambahan perusahaan baru dalam laporan keuangan gabungan, Koreksi kesalahan yang melibatkan prinsip-prinsip akuntansi, dll.
Perubahan yang mempengaruhi komparabilitas tetapi tidak mempengaruhi konsistensi sehingga tidak perlu dimasukkan dalam laporan audit adalah sebagai berikut
• Perubahan estimasi
• Koreksi kesalahan yang melibatkan prinsip akuntansi
• Variasi format dan penyajian informasi keuangan
• Perubahan yang terjadi akibat transaksi atau peristiwa yang sangat berbeda
faktor-faktor berikut dapat menimbulkan ketidakpastian mengenai kemampuan perusahaan untuk terus bertahan:
1. Kerugian operasi atau kekurangan modal kerja yang berulang atau signifikan
2. Ketidakmampuan perusahaan untuk membayar kewajibannya ketika jatuh tempo
3. Kehilangan pelanggan utama
4. Pengadilan, perundangan atau hal serupa lainnya yang sudah terjdi dan dapat membahayakan kemampuan entitasutk beroperasi
Laporan yang melibatkan auditor lain
a. Tidak memberikan referensi dalam laporan audit
b. Memberikan referensi dalam laporan (laporan dengan modifikasi kata-kata)
c. Mengeluarkan pendapat wajar dengan pengecualian
Penyimpangan dari laporan audit wajar tanpa pengecualian
Sangatlah penting bagi para auditor dan pembaca laporan audit untuk memahami situasi dimana laporan audit wajar tanpa pengecualian dianggap tidak tepat serta jenis laporan audit yang harus diterbitkan dalam setiap situasi. Terdapat tiga topic yang berkaitan erat satu sama lain
1. Kondisi yang memerlukan penyimpangan
a. Ruang lingkup audit dibatasi
b. Laporan keuangan tidak sesuai dengan PABU
c. Auditor tidak independen
2. Pendapat wajar dengan pengecualian
Laporan pendapat wajar dengan pengecualian dapat diterbitkkan akibat pembatasan ruag lingkup audit atau kelalaian untuk mematuhi prinsip akuntansi berterima umum.
Pendapat tidak wajar digunakan hanya apabila laporan keuangan secara keseluruhan mengandung salah saji yang material atau menyesatkan sehingga tidak menyajikan svr wajar posisi keuangan dan hasi operasi dan arus kas sesuai dengan PABU.
Menolak memberikan disclaimer diterbitkan apabila auditor tidak dapat meyakinkan dirinya sendiri bahwa laporan keuangan secara keseluruhan telah disajikan secara wajar
3. Materialitas
Materialitas adalah suatu pertibangan penting dalam menentukan jenis laporan yang tepat untuk diterbitkan dalam situasi tertentu. Definisi umum dari materialitas yang diterapkan dalam bidang akuntansi dan selanjutnya berlaku dalam pelaporan audit adalah sebagai berkut: “ suatu salah saji dalam laporan keuangan dapat dianggap material jika pengenthuan tersebut akan mempengaruhi keputusan para pemakai laporan tersebut.”
Dalam penerpan definisi ini, tiga tingkat materialitas digunakan untuk menentukan jenis pendapat yang akan diterbitkan
• Jumlahnya tidak material
• Jumlahnya material tetapi tidak memperbanyak laporan keuangan secara keseluruhan
• Jumlahnya sangat material atau begitu pervasive sehingga kewajaran laporan keuangan secara keseluruhan diragukan
Pembahasan Tentang Kondisi Yang Memerlukan Penyimpangan
Ada dua kategori utama pembatasan ruang lingkup audit:
1. Pembatasan yang disebabkan oleh klien dan
2. Pembatasan yang disebabkan oleh kondisi-kondisi yang berada di luar kedali klien maupun auditor
Proses Pengambilan Keputusan Oleh Auditor Untuk Laporan Audit
1. Menentukan apakah ada kondisi yang memerlukan penyimpangan dri laporan wajar tanpa pengecualian standar
Para auditor mengidentifikasi kondisi-kondisi tersebut ketika mereka melaksanakan audit dan mencantumkan informasi tentang kondisiitu dalam file audit sebagai bahan diskusi guna pelaporan audit.
2. Menetukan materialitas untuk setiap kondisi
Apabila ada kondisi yang memerlukan penyimpangan dari pendapat wajar tanpa pengecualian dari pendapat wajar tanpa pengecualian standar, auditor mengevaluasi pengaruh potensialnya terhadap laporan keuangan. Memutuskan materialitas merupakan hal yang sulit, yang membutuhkan pertimbangan yang matang.
3. Memutuskan jenis laporan audit yang tepat untuk kondisi tertentu berdasarkan tingkat materialitas
4. Menuliskan laporan audit

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: