bandoro's home

to infinity and beyond

LAPORAN MAGANG DI KAP WARTONO

with one comment


TINGGALKAN KOMENTAR YAK :) :) :)

BAB I
PENDAHULUAN

A. Gambaran Umum Perusahaan
1. Sejarah dan Perkembangan Perusahaan
PD. BPR. Bank Daerah Karanganyar didirikan pada 15 Maret 1959 oleh pemerintah Kabupaten Karanganyar berdasarkan SK. Bupati Kepala Daerah Dati II Karanganyar No. AA 002/69 dengan nama Lembaga Kredit Daerah atau LKD. Bapak Drs. Budi Hartono adalah pimpinan pertama lembaga ini bersama sembilan orang karyawan bermodalkan Rp 1.500.000,-. LKD memulai operasionalnya dari sebuah kantor sederhana berupa dua buah loket berukuran 3×4 di pasar Karanganyar. Tujuan lembaga ini tiada lain adalah member kredit kepada para pedagang kecil di pasar-pasar, para pegawai atau karyawan, dan pelaku usaha di pelosok pedesaan.
Seiring berjalannya waktu, operasional LKD mulai menunjukkan perkembangan. Tahun 1971 kepemimpinan LKD dialanjutkan oleh bapak Soeharsono, BA. yang memimpin sampai tahun 1982. Pada era bapak Soeharsono, BA. ini tepatnya pada tahun 1974 LKD dikukuhkan menjadi unit perusahaan daerah berdasarkan SK. DPRD Karanganyar No. Kep. 11/DPRD/1974 tentang pendirian Perusahaan Daerah LKD. Pada perkembanganya kemudian, berdasarkan Perda No. 12 tahun 1979, LKD ini ditetapkan menjadi PD. Bank Pasar Kabupaten Karanganyar, dengan izin usaha Menteri Keuangan No. S-169/ MK.11 /1983.
Mulai tahun 1982, kepemimpinan digantikan oleh bapak Soehardjo, SE,MM. Pada periode ini PD. Bank Pasar semakin berjuang keras dalam mencapai kesejajaran dengan perusahaan perbankan lain di tanah air. Sarana dan prasarana pelayanan semakin ditingkatkan. Pada tahun 1983, kantor pelayanan dipindahkan ke kantor baru yang lebih representative di Kompleks Perkantoran Cangakan pusat kota Karanganyar.
Paska perubahan status menjadi Bank Perkreditan Rakyat (BPR) merupakan titik tolak bagi perkembangan PD. BPR. Bank Dareah Karanganyar untuk berkembang menjadi perusahaan perbankan modern.
Dinamika pertumbuhan PD. BPR. Bank Daerah Karanganyar sejak fase-fase awal sampai sekarang, tidak dapat dilepaskan dari peranan manajemen perusahaan perbankan ini. Seluruh pencapaian prestasi kinerja yang telah diraih oleh PD. BPR. Bank Daerah Karanganyar ini merupakan hasil kerja keras manajemen dan peran Bupati Karanganyar beserta seluruh jajarannya, selaku pembina, sekaligus pemilik, para nasabah, segenap relasi dan instansi terkait, yang telah menjalankan perannya dalam mendukung aktifitas operasional Bank.

2. Visi dan Misi PD. BPR. Bank Daerah Karanganyar
Visi dan Misi PD. BPR. Bank Daerah Kabupaten Karanganyar adalah sebagai berikut ini.
a. Visi
Menjadikan PD. BPR. Bank Daerah Karanganyar sebagai Bank yang sehat, mampu bersaing dengan selalu mengutamakan pelayanan prima.
b. Misi
1) Memberantas lintah darat yang berada di Kabupaten Karanganyar terutama di pasar-pasar.
2) Melaksanakan fungsi intermediasi dalam bidang penghimpunan dana dan pemberian kredit secara professional.
3) Menambah pendapatan Pemerintah Daerah.

3. Lokasi Perusahaan
PD. BPR. Bank Daerah Karanganyar terletak di Kompleks Perkantoran Cangakan Karanganyar.

4. Struktur Organisasi
Struktur organisasi merupakan suatu hal yang sangat penting bagi perusahaan untuk pembagian tugas dan tanggung jawab serta wewenang dari masing-masing bagian yang ada dalam perusahaan agar tidak terjadi kesimpangsiuran dalam menjalankan tugasnya. Struktur organisasi yang baik akan berpengaruh terhadap kelancaran operasional suatu organisasi perusahaan dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Struktur ini mengandung unsur-unsur spesialisasi kerja, standarisasi, koordinasi, sentralisasi atau desentralisasi dalam pembuatan keputusan dan besaran (ukuran) suatu kerja. Adapun struktur organisasi PD. BPR. Bank Daerah Karanganyar dapat dilihat pada gambar berikut ini .

B. Permasalahan
Kebijakan bank dalam memberikan kredit atau tidak kepada nasabah merupakan aktivitas yang penting bagi kelangsungan operasi bank. Apabila keputusan pemberian kredit dilakukan secara baik dan benar maka kemungkinan risiko terjadinya kredit bermasalah dapat dicegah oleh bank. Kredit merupakan sumber penghasilan bank sekaligus merupakan sumber risiko bisnis tertinggi. Apabila kredit disetujui berarti pihak kreditur telah bersedia melepaskan sebagian hartanya untuk dikuasai oleh debitur (nasabah). Berdasarkan penjelasan tersebut yang menjadi pokok permasalahan sebagai berikut ini.
1. Bagaimana prosedur pemberian kredit pada PD. BPR. Bank Daerah Kabupaten Karanganyar?
2. Apakah sistem pengendalian intern telah diterapkan pada sistem pemberian kredit di PD. BPR. Bank Daerah Kabupaten Karanganyar?

C. Tujuan Magang
1. Tujuan Umum
a. Untuk menyelaraskan antara pencapaian pembelajaran di kampus dengan dinamika pekerjaan di masyarakat.
b. Untuk memenuhi kompetensi lulusan guna meningkatkan daya saing pada saat memasuki dunia kerja.
2. Tujuan Khusus
a. Peningkatan kapasitas mahasiswa dan wawasan tentang pekerjaan melalui pengalaman bekerja.
b. Melatih mahasiswa agar siap memasuki dunia kerja.

D. Manfaat Magang
1. Mahasiswa dapat mengetahui prosedur pemberian kredit di PD. BPR. Bank Daerah Kabupaten Karanganyar.
2. Mahasiswa dapat memperoleh pengetahuan dan pengalaman kerja di PD. BPR. Bank Daerah Kabupaten Karanganyar sebagai bekal untuk memasuki dunia kerja.

E. Metode Pendekatan
Metode pendekatan yang digunakan dalam proses perkuliahan magang ini adalah observasi, wawancara, pengkajian dan praktik secara langsung terhadap prosedur kerja pada bagian kredit PD.BPR. Bank Daerah Kabupaten Karanganyar. Dengan menggunakan metode tersebut mahasiswa memperoleh gambaran nyata ruang lingkup kerja khususnya terhadap prosedur pemberian kredit dalam menerapkan teori keilmuan yang telah diterima mahasiswa di bangku perkuliahan.

BAB II
PELAPORAN DAN PEMBAHASAN

A. Diskripsi Lokasi Magang
Kegiatan magang ini dilaksanakan pada bagian kredit PD. BPR Bank Daerah Kabupaten Karanganyar yang mana penulis bekerja di bagian kredit pada bank tersebut. PD. BPR. Bank Daerah Kabupaten Karanganyar berlokasi di kompleks perkantoran cangakan karanganyar.

B. Pelaporan Hasil Pelaksanaan Magang
1. Diskipsi Tugas dari Bagian Kredit
Tugas pokok dari bagian kredit sebagai berikut.
a. Membantu Direksi di bidang tugasnya.
b. Memberi penjelasan tentang syarat-syarat dan prosedur kredit kepada peminat kredit.
c. Meneliti permohonan kredit, menyimpan, mengawasi jaminan kredit serta mengurus pengembalian atau pelunasan kredit.
d. Memberikan saran dan pertimbangan kepada Direksi mengenai langkah-langkah yang perlu diambil di bidang tugasnya.
e. Menyelenggarakan administrasi kredit dan membuat laporan kepada Direksi tentang pelaksanaan tugasnya.
f. Mengkoordinir, mengarahkan dan mengawasi terhadap kegiatan dan pelaksanaan tugas seksi-seksi di bawah wewenangnya.
Tugas dari seksi-seksi yang ada di bawah wewenang Bagian Kredit adalah sebagai berikut.
a. Seksi Kredit Bulanan
1) Memberikan penerangan dan penjelasan tentang kredit pegawai dan kredit umum kepada calon nasabah.
2) Memberikan referensi kepada semua dinas yang pegawainya menjadi nasabah PD. BPR. Bank Daerah Karanganyar.
3) Mendaftar dan menentukan tanggal realisasi pencairan kredit.
4) Memeriksa dan mengoreksi blangko permohonan kredit.
5) Memberikan berkas permohonan kredit kepada kepala bagian kredit untuk dilihat permintaannya.
6) Memproses permohonan kredit.
7) Menyimpan dengan baik berkas-berkas kredit.
8) Mencocokkan pengeluaran kredit secara harian dengan bagian kas.
9) Mencatat semua jaminan dan menyimpan barang jaminan dengan baik.
b. Seksi Kredit Pasar dan Desa
1) Memberikan penerangan dan penjelasan tentang tata cara pengambilan dan pengembalian kredit kepada nasabah pasar dan desa.
2) Mengkoordinir dan mengawasi tentang pelaksanaan pelayanan kredit pasar dan desa.
3) Memeriksa dan mengoreksi blangko permohonan kredit.
4) Menyimpan dengan baik berkas-berkas permohonan kredit.
5) Mencatat semua jaminan kredit dalam buku tanda terima jaminan dan menyimpan barang jaminan dengan baik.
6) Memberikan persetujuan tentang pengambilan uang dari kasir untuk buka di loket pembantu.
7) Mencocokkan semua pengeluaran kredit secara harian dengan bagian kas.
8) Membuat neraca dan rugi/laba bulanan untuk dilaporkan ke bagian kredit.
2. Jenis Produk kredit dan Persyaratan
Jenis-Jenis kredit di PD. BPR. Bank Daerah Kabupaten Karanganyar dapat dibagi menjadi 5 kelompok sebagai berikut.
1) Kredit Karyawan
Kredit Karyawan adalah kredit yang diberikan pada pegawai, dengan bunga flat 1% dengan jangka waktu antara 10 bulan sampai 120 bulan. Nominal kredit yang diberikan antara Rp. 5.000.000,- sampai Rp. 100.000.000,-. Sistem pembayaran angsuran langsung dipotong dari rekening gaji nasabah. Dalam kredit ini jiwa nasabah diasuransikan. Maksud pengangsuransian jiwa nasabah adalah jika nasabah meninggal dunia maka tunggakan kredit akan dilunasi oleh pihak asuransi, hal ini akan menguntungkan kedua belah pihak yaitu pihak bank dan nasabah. Pembayaran premi ditanggung oleh pihak nasabah. Pembayaran premi oleh nasabah baru sebesar 1% dari plafond.
Persyaratan Kredit Karyawan sebagai berikut.
a) Mengisi formulir permohonan yang disediakan bank, diketahui oleh bendahara dan kepala dinas.
b) Melengkapi persyaratan jaminan sebagai berikut.
• Untuk Pegawai Negeri Sipil.
a. SK capeg/angkatan.
b. Kartu pegawai.
c. Kartu taspen.
• Untuk TNI/Polri.
a. SKEP/SK pertama (asli).
b. ASABRI (asli).
c) Biaya provisi sebesar 2% dan biaya administrasi sebesar 0,5%.
d) Kredit tanpa tambahan jaminan, khusus Kabupaten Karanganyar.
e) Untuk luar daerah Kabupaten Karanganyar kredit diatas Rp. 50.000.000,- ditambah jaminan sertifikat atau BPKB.
f) Melengkapi lampiran sebagai berikut.
a. Foto copy KTP suami istri dan KK terbaru.
b. Perincian gaji cap dinas.

2) Kredit Umum
Jenis produk kredit ini diberikan pada nasabah dengan bunga 1,5 % flat, tabungan wajib 2,5% provisi sebesar 2% dan biaya administrasi sebesar 0,5%.
Persyaratan Kredit Umum sebagai berikut.
a) Harus mempunyai usaha yang sudah yang sudah berjalan untuk dikembangkan.
b) Mengisi blangko Permohonan Kredit Umum.
c) Melampirkan surat keterangan kelurahan (yang ditempati) Dengan keperluan guna pinjam di PD. BPR. Bank Daerah Kabupaten Karanganyar.
d) Mengisi surat keterangan sertifikat dari PD. BPR. Bank Daerah Kabupaten Karanganyar, diisi oleh kelurahan disertai tanda tangan kepala desa dan dibubuhi stempel.
e) Foto copy KTP (suami, istri dan penjamin) dua lembar.
f) Setiap enam bulan sekali mendapat pengembalian bunga 10% dari bunga yang masuk tiap bulannya bagi angsuran tepat waktu.
g) Pelunasan lebih dari 50% angsuran, sisa pokok + bunga bulan pelunasan + satu kali bunga.
h) Pelunasan kurang dari 50% angsuran, sisa pokok + bunga bulan pelunasan + dua kali bunga.
3) Kredit Profesi
a) Kredit Guru Bantu
Jenis produk ini diberikan untuk para guru dengan bunga 1% flat, biaya provisi sebesar 2%, biaya administrasi sebesar 0,5%, pinjaman maksimal 10 juta, jangka waktu 24 bulan. Persyaratan kredit guru bantu sebagai berikut.
1. Foto copy KTP dan KK (1 Lembar).
2. Foto copy nomer rekening tabungan (1 lembar).
3. Surat keterangan masih aktif mengajar.
4. Jaminan
a. SK guru bantu.
b. SPK baru.
c. BPKB/ sertifikat atas nama sendiri atau orang tua.
5. Pinjaman maksimal Rp.10.000.000,-.
6. Jangka waktu 24 bulan.
b) Kredit Bidan/Perawat
Jenis produk ini diberikan pada bidan dengan bunga 1% flat, provisi 2%, biaya administrasi sebesar 0,5%, besar pinjaman maksimal Rp. 20.000.000,- dengan jangka waktu pembayaran angsuran 12, 24 ,dan 36 bulan.
Persyaratan kredit bidan/ perawat sebagai berikut.
1. Foto copy KTP dan KK (1 lembar).
2. Jaminan SK capeg, sertifikat atau BPKB.
3. Jangka waktu pinjaman 24 bulan.
4. PBB.
c) Kredit PPL
Jenis produk kredit ini diberikan dengan bunga 1% flat, biaya provisi sebesar 2%, biaya administrasi sebesar 0,5%, pinjaman maksimal Rp. 10.000.000,- dan jangka waktu 24 bulan.
Persyaratan Kredit PPL sebagai berikut.
1. Foto copy KTP dan KK (1 lembar).
2. Jaminan dapat dipilih salah satu sebagai berikut.
a. SK capeg.
b. Taspen.
c. Sertifikat.
d. BPKB.
e. Karpeg.
4) Kredit Kelompok
Kredit Kelompok ini diberikan kepada nasabah yang terdiri dari 5-10 orang yang berada di kawasan usaha yang sama. Dalam produk ini bunga kredit sebesar 1,5% flat, jangka waktu hingga 5 tahun, maksimal Rp. 50.000.000,-. Setiap kelompok akan dipimpin oleh seorang ketua. Dalam satu wilayah, seorang koordinator dapat membawahi hingga 5 kelompok.
Kredit Kelompok dibagi menjadi dua sebagai berikut.
a) Kredit Kelompok Ketahanan Pangan (K3P) & PUNDI
Persyaratan kredit kelompok ketahanan pangan (K3P) & PUNDI sebagai berikut.
1. Bunga 1% tetap, Provisi 2%, Tabungan Wajib 2,5%, untuk Pundi Tabungan Wajib 5%, administrasi 0,5%.
2. Punya usaha yang berjalan untuk dikembangkan.
3. Mengisi blangko permohonan kredit.
4. Foto copy KTP (suami, istri, dan penjamin) 2 lembar, sertifikat, KK, PBB terakhir.
5. Anggota minimal 5 orang, maksimal 10 orang.
6. Pinjaman maksimal Rp. 3.000.000,-/orang.

b) Kredit Kelompok Pengusaha Kecil
Persyaratan kredit kelompok pengusaha kecil sebagai berikut.
1. Bunga 1,33% tetap, Provisi 2%, Tabungan Wajib 5%, Administrasi 0,5%.
2. Punya usaha yang berjalan untuk dikembangkan.
3. Mengisi blangko permohonan kredit.
4. Foto copy KTP (suami, istri, dan penjamin).
5. Anggota minimal 5 orang, maksimal 10 orang.
6. Pinjaman maksimal Rp. 5.000.000,-/orang.

5) Kredit Desa
Kredit Desa adalah Kredit yang diberikan pada pengusaha yang ada di desa tertentu dengan angsuran satu minggu sekali bunga 4% flat. Maksimal pinjaman Rp. 3.000.000,-, jangka waktu 10 minggu.

Persyaratan kredit desa sebagai berikut.
1. Mengisi blangko.
2. Foto copy KTP.
3. Jaminan BPKB/Sertifikat kios.
6) Kredit Pasar
Kredit Pasar adalah kredit yang diberikan pada para pedagang yang ada di pasar sesuai hari pasarannya. Misalnya di pasar kliwon, dengan angsuran 5 hari sekali 4% flat perbulan. Maksimal pinjaman Rp. 3.000.000,-, jangka waktu 10 minggu. Untuk memudahkan para nasabah maka pihak bank membuka loket khusus di pasar yang terkait sesuai dengan jadwal operasi pasar itu.
Persyaratan Kredit Pasar sebagai berikut.
a) Pinjaman diatas Rp. 500.000,-
1. Mengisi blangko.
2. Foto copy KTP.
3. Jaminan BPKB/Sertifikat kios.
b) Pinjaman dibawah Rp. 500.000,-
1. Mengisi blangko.
2. Foto copy KTP.
3. Jaminan Kartu Kuning (identitas penjual pasar).

3. Prosedur Kredit
Jaringan prosedur yang membentuk sistem pemberian kredit yang dilaksanakan di PD. BPR. Bank Daerah Kabupaten Karanganyar adalah sebagai berikut.
a. Nasabah Baru
Jaringan prosedur yang membentuk sistem pemberian kredit yang dilaksanakan di PD. BPR. Bank Daerah Kabupaten Karanganyar adalah sebagai berikut.

1) Prosedur Permohonan Kredit
a) Bagian kredit menerima permohonan kredit dari calon debitur.
b) Calon nasabah mengisi Formulir Permohonan Kredit.
c) Bagian kredit menerima formulir permohonan kredit dan dokumen-dokumen syarat.
2) Prosedur Penelitian Kredit
a) Bagian kredit melakukan peninjauan lapangan.
b) Bagian kredit melakukan evaluasi kredit dan mengisi Formulir Pembahasan Kredit (FPmbhK).
3) Prosedur Persetujuan Kredit
a) Bagian kredit membuat Surat Perjanjian Kredit (SPK) dan Surat Kuasa Menjual (SKM) dan ditandatangani oleh calon debitur.
b) Bagian kredit menyerahkan Formulir Permohonan Kredit (FPK), dokumen syarat, Formulir Pembahasan Kredit (FPmbhK), Surat Perjanjian Kredit (SPK) dan Surat Kuasa Menjual (SKM) ke direksi untuk dianalisa kembali.
c) Setelah kredit yang disetujui oleh direktur, maka Formulir Pembahasan Kredit (FPmbhK), Surat Perjanjian Kredit (SPK), dan Surat Kuasa Menjual (SKM) diotorisasi oleh direktur kemudian dokumen-dokumen tersebut diserahkan kembali ke bagian kredit.
d) Bagian kredit menentukan jumlah angsuran beserta bunganya kemudian mencatat dalam Kartu Pinjaman (KP) rangkap 2.
4) Prosedur Pencairan Kredit
a) Berdasarkan semua dokumen yang masuk dari bagian kredit, kasir membuat Bukti Kas Keluar (BKK) 1 lembar, dan Bukti Pinjaman (BP) 2 lembar, kemudian dimintakan otorisasi dari direktur.
b) Setelah semua dokumen diotorisasi oleh direktur, uang dapat dicairkan dengan BP lembar pertama, dan KP lembar pertama dan diserahkan kepada debitur.
c) FPK, Dokumen Syarat, FPmbhK, SPK, SKM, dan KP lembar kedua dikembalikan ke bagian Kredit untuk diarsipkan.
d) Kemudian BP lembar kedua serta BKK diserahkan ke bagian pembukuan/akuntansi.
5) Prosedur Pencatatan Kredit
Bagian pembukuan menerima Bukti Pinjaman dan Bukti Kas Keluar dari bagian kasir, kemudian mencatat pada jurnal pengeluaran kas, dan mencatat dalam buku besar.
b. Nasabah Lama
1) Pembaharuan/perpanjangan
a) Prosedur Permohonana Pembaharuan/Perpanjangan Kredit
Nasabah lama mengajukan permohonan pembaharuan kredit dengan syarat-syarat pembaharuan. Adapun syarat-syarat pembaharuan adalah sebagai berikut ini.
a. Melunasi tunggakan semua bunga.
b. Membayar biaya administrasi.
b) Prosedur Penelitian Kredit
Tidak dilakukan penelitian kredit, tetapi petugas melihat kondisi nasabah dari pinjaman sebelumnya.
c) Prosedur Persetujuan Kredit
Dilakukan otorisasi oleh direktur.
d) Prosedur Pencairan Kredit
Nasabah menandatangani perjanjian kredit baru, proses selanjutnya adalah sama dengan pemberian kredit untuk nasabah baru.

2) Penolakan kredit
Penolakan permohonan pembaharuan/perpanjangan kredit, terjadi karena kondisi nasabah dari pinjaman sebelumnya tidak baik. Penolakan permohonan ini berarti jangka waktu kredit tidak diperpanjang. Bank segera menegaskan kepada nasabah agar menyelesaikan semua kewajibannya kepada bank atau mengajukan rencana pelunasannya.

C. Pembahasan Hasil Pelaksanaan Kegiatan Magang
Pada saat penulis melaksanakan kegiatan magang penulis menemukan kekurangan dan kelebihan dalam sistem pengendalian internal perusahaan. Salah satu kelebihan yang terdapat dalam sistem pengendalian internal pada PD. BPR. Bank Daerah Kabupaten Karanganyar adalah terdapatnya sistem otorisasi yang jelas yang mengatur pembagian wewenang untuk melakukan otorisasi dalam setiap transaksi oleh pihak yang berwenang, sehingga dalam pemberian otorisasi ini tidak dapat dilakukan oleh setiap orang, hal ini dimungkinkan agar ada pertanggungjawaban yang jelas. Kelebihan yang lain adalah terdapat karyawan yang mutunya sesuai dengan tanggungjawabnya, untuk mendapatkan karyawan yang kompeten dan dapat dipercaya PD. BPR. Bank Daerah Kabupaten Karanganyar melakukan seleksi terhadap calon karyawan sesuai dengan bidang yang menjadi tanggung jawabnya dan adanya pengembangan mutu karyawan yang diwujudkan dengan adanya program pendidikan dan pelatihan bagi karyawan.
Selain kelebihan yang terdapat pada PD. BPR. Bank Daerah Kabupaten Karanganyar, penulis juga menemukan beberapa kekurangan dalam sistem pengendalian internal perusahaan. Menurut Mulyadi (2001), salah satu sistem pengendalian internal yang baik adalah terdapat struktur organisasi yang memisahkan tanggung jawab fungsional secara tegas, sedangkan di PD. BPR. Bank Daerah Kabupaten Karanganyar masih terdapat fungsi ganda yaitu fungsi permohonan kredit dengan analisa kredit. Tidak dipisahkannya kedua fungsi tersebut dapat memperbesar kecurangan yang dapat terjadi, karena kelayakan calon debitur untuk menerima pinjaman dari perusahaan tidak terjamin yang pada akhirnya pinjaman yang diberikan oleh perusahaan kemungkinan besar tidak kembali.
Selain itu Mulyadi (2001) juga berpendapat salah satu praktik yang sehat dalam melaksanakan tugas dan fungsi setiap unit organisasi adalah keharusan pengambilan cuti bagi karyawan yang berhak, sedangkan dalam PD. BPR. Bank Daerah Kabupaten Karanganyar tidak ada cuti wajib bagi karyawan. Dengan tidak adanya cuti wajib, kermungkinan terjadinya kecurangan dalam bagian yang bersangkutan semakin besar.

BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Kegiatan Magang Mahasiswa dilakukan di PD. BPR. Bank Daerah Kabupaten Karanganyar yang bergerak di sektor perbankan. Berdasarkan pengamatan selama penulis melaksanakan magang, maka dapat penulis simpulkan bahwa sistem pengendalian internal dalam pemberian kredit pada PD. BPR. Bank Daerah Kabupaten Karanganyar sudah cukup baik walaupun masih terdapat beberapa kelemahan sebagai berikut.
1. Masih ada fungsi ganda yaitu fungsi permohonan kredit dengan analisa kredit. Tidak dipisahkannya kedua fungsi tersebut dapat memperbesar kecurangan yang dapat terjadi, karena kelayakan calon debitur untuk menerima pinjaman dari perusahaan tidak terjamin yang pada akhirnya pinjaman yang diberikan oleh perusahaan kemungkinan besar tidak kembali.
2. Tidak ada cuti wajib bagi karyawan. Dengan tidak adanya cuti wajib, kermungkinan terjadinya kecurangan dalam bagian yang bersangkutan semakin besar.
B. SARAN
Pada akhir penulisan ini, penulis ingin memberikan saran-saran pada PD. BPR. Bank Daerah Kabupaten Karanganyar untuk mencapai sistem pemberian kredit yang memadai atau lebih baik lagi. Adapun saran-saran tersebut adalah sebagai berikut ini.
1. Sebaiknya dilakukan pemisahan fungsi permohonan kredit dan fungsi analisa kredit. Dengan pemisahan ini diharapkan dapat membantu bagian kredit dalam mengevaluasi permohonan kredit calon debitur, dalam bentuk laporan, sebelum diotorisasi oleh pimpinan/direksi dan bagian kredit.
2. Dilakukan cuti wajib, sehingga seandainya terjadi kecurangan dalam bagian yang bersangkutan, diharapkan dapat diungkapkan oleh pejabat sementara yang menggantikan karyawan tersebut.

DAFTAR PUSTAKA

Buku Panduan Kerja PD. BPR. Bank Daerah Kabupaten Karanganyar. 2007. Karanganyar
Mulyadi. 1997. Sistem Akuntansi. Edisi 3. Yogyakarta: STIE YKPN

One Response

Subscribe to comments with RSS.

  1. sangat membantu saya untuk mengerjakan TA. :)

    hendrajack

    18 December 2012 at 7:38 pm


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: